spot_img
spot_img

Saluran Primer Daerah Irigasi Kiri Bendung Randangan Tidak Dirawat, Reoten Musa: Kinerja Satker OP Dipertanyakan

TOBAGOES.COM, Gorontalo – Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air pada Balai Wilayah Sungai memiliki peran vital dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur air, dimana tugas pokoknya melaksanakan pengelolaan sumber daya air yang meliputi operasi dan pemeliharaan (OP) pada prasarana sungai, pantai , bendungan, danau, situ, embung, jaringan irigasi, rawa, tambak, serta air baku dan drainase.

Disisi lain Satker OP bertanggung jawab dalam menjalankan beberapa fungsi diantaranya penyusunan rencana kegiatan baik tahunan, rutin maupun berkala, serta melakukan perawatan fisik prasarana, mengatasi kerusakan infrastruktur akibat bencana alam atau kerusakan teknis agar tetap berfungsi optimal.

Terkait dengan tidak dirawatnya saluran Primer daerah irigasi kiri yang ada di bendung randangan kabupaten pohuwato yang menjadi tanggung jawab satker operasi pemeliharaan OP BWS II Sulawesi.

Reoten Musa selaku Korwil Indonesia Timut LSM KERISTA turut menyoroti kinerja satker operasi pemeliharaan OP.

Menurutnya, dari hasil pantauan dilapangan bahwa sepanjang saluran daerah irigasi kiri sudah banyak di tumbuhi rumput dan akar belukar yang sangat mengganggu kelancaran air.

Pemeliharaan yang terjadi pada saluran irigasi tersebut seharusnya menjadi salah satu atensi dari pihak OP mengingat sungai memberikan manfaat vital bagi masyarakat.

“Sungai memiliki fungsi vital bagi masyarakat, sungai juga merupakan ekosistem penting bagi kehidupan manusia dan hayati dimana manfaat utamanya mencakup air bersih, irigasi, transportasi dan lainnya, untuk itu sarana dan prasarana harus mendukung sehingga tidak menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” Kata reoten.

Lanjutnya, kondisi saluran irigasi Bendung Randangan tersebut terindikasi sudah lama tidak di pelihara. hal ini juga karena lemahnya fungsi pengawasan dan kinerja Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan pada BWS.

Menurutnya moto dari Kementerian PUPR seakan tidak relevan dengan situasi dan kondisi saat ini.

“Bekerja Keras, Bergerak Cepat dan Bertindak Cepat hanya sebatas moto tetapi implementasi atau fakta dilapangan seakan tidak mencerminkan hal tersebut,” pungkas Oten sapaan setiap hari.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat disekitarnya. Sehingga itu diminta perhatian serius untuk penanganan dan pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab satker operasi dan pemeliharaan OP karena kewenangan ada di BWS II Sulawesi. (*)

Latest news

Related news

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini