spot_img
spot_img

Sulteng BERANI, Tokoh Agama Bicara: Dahulukan Iba, Lepas Dendam sertai Penantian Job

TOBAGOES.COM, Sulteng Indeks indonesia. Berangkat dari strategi menjalankan program unggulan pemerintah propinsi Sulawesi Tengah hingga ke pemerintah kabupaten kota.

Dimulai dari tahun 2024 hingga dipertengahan tahun 2025 sinegitas daulat kompak melaksanakan program yang telah menjadi penetapan mutlakl, nomatif seirama, walaupun sebagian dari yang melaksanan program tersebut khususnya para pejabat selaku Mata rantai kepemimpinan di pemerintahan yang trendi dose but Pasukan Berani Sukteng, tidak terbantahkan masih terlihat adanya kebimbangan dan rasa penasaran menanti adanya Pelantikan.

Namun begitu tercipta eloknya sikap konsiten tanggung Jawab seharusnya menjadi referensi Oleh semua pimimpin OPD atau SKPD se Sulteng, wujud Pemimpin secara gamblang dilakoni, buktinya Program kerja BERANi yang saat ini dipimpin Oleh Pasangan Gubernur Sulteng terlihat mulai Dari Satuan Perangkat kerja Pemprov sampai ke kepela desa / Lurah bahkan kepala puskesmas, kepala sekolah terlihat perimbangan sisitim kerja yang fokus terstruktur berantai solid walaupun dalam gerak kinerja itu sebagian Pelaksana mengelabui keluhan.

Salah seorang Tokoh Agama Asal Banda Aceh, Sahban didampingi 2 orang Rekanya Al Khidir Al Mukaram dan HB. Syehk Abu Bakar S. Tepatnya didepan Masjid Raya Sulteng Yang berada di palu barat jalan Bantilan mengatakan.

“Prodak Program pamungkas Propinsi trendi disebut program BERANI yang mengarah pada sembilan (9)  item dua diantaranya, yaitu, Berani Cerdas Dan Berani Sehat, sangat jelas peruntukanya langsung kemasyarakat umum khususnya yang berada di wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, sudah barang tentu menelan anggaran yang luar biasa nilainya, tentu yang mendapat Dana kuncuran anggaran program tersebut akan mengelolahnya sesuai asa manfaat bukan untuk di alihkan ke brangkas Kepentingan lain,”Ucapnya.

Wujud Program yang sederhana didengar namun Pelaksanaanya membutuhkan Perangkat kerja yang Proposional, Bertanggung Jawab serta membentuk sistim yang kuat sehingga tak Rapuh. Bukan pelaksana  pejabat yang mudah kikuk bingung mengedepankan gerak tambahan hanya memikirkan adanya pelantikan.

“Terlepas dari hal tersebut mengarah pada Kepedulian kinerja Pasangan gubernur Sulteng H anwar hafid dan Reni lamadjido lebih trendi disebut pasangan religii.
Jelas dan fakta melaksanakan fungsi tugas sesuai dengan amanah Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto. “Bahwa setiap pemimpin  Bekerja Untuk Rakyat ” Mempedulikan rakyat melayani sesuai Kebutuhan yang diinginkan rakyat tidak terlepas dari aturan pemerintah yang telah ditetapkan,”Tambahnya.

Amanah tersebut ketika dihadapkan dengan pasangan gubernur Sulteng jelas terbukti terlaksana. Namun apakah wujud kinerja yang dilakukan oleh Pasangan gubernur  menjadi terusan referensi oleh sejumlah kepala daerah tepatnya bupati ataupun kepala OPD yanga ada di pemerintah kabupaten, Belum bisa dipastikan

“Terbukti masih ada kepala daerah ( Bupati) terpantau langsung secara gamblang bersama beberapa kepala OPDnya abaikan warga seakan tak mengenal warganya. luar biasa, semoga saja laku itu tidak disengaja  Oleh mereka Para pemimpin,”Ungkapnya.

Sangatlah berbeda dengan tanggap kinerja Gubernur sederhana Bahwa merendah secara transparan mengatakan Bahwa dirinya adalah pembantu Setiap bupati yang berada di wilayah propins sulteng.
Belum lagi Turun langsung menyelesaikan setiap wujud program kerja, menyikapi setiap masayarakat terdampak mengedepankan keinginan masyarakat.

Walaupun saat ini berada gelombang pertanyaan sejumlah para kaum elit dan pejabat belum melakukan pelantikan, tentu saja yang dilakukan Oleh Pasangan Guburnur tidak lain masih menyusun tahapan sistim struktural Kepemimpinan setiap Instansi pemerintah guna menjadi kesatuan Sistim Mata rantai struktural pimpiinan maupun pemerintah yang akuntabel proposional selaras makna bait setiap sila yang tertaut dalam bineka tinggal ika.

Lanjut H. Sahban, Unik dan lucu nya lagi mungkin karena bingung sempat bertanya terkait kapan dilaksanakan pelantikan kepada yang bukan Tupoksinya.. Mengesankan

Gerak Tambahan tak berlaku, Terhapus oleh Rasa ibah,  Berbagai kesan Pertanyaan, tanggapan maupun Sentilan Semua berlalu dengan sendirinya tertepis jawaban Belum ada yang cocok. Sembari Sahban menyampaikan

Hiduplah Raja yang memahami Kondisi, Bangkit Berdiri Berani Memposisikan Sebagai Pemimpin yang amanah. Berdaulat membangun negeri dan memberdayakan masyarakat,  menumbuhkembangakan rasa kemanusiaan yang adil menghilangkan dendam, Itu Baru pemimpin,”Tutupnya.

Tanggapan yang sama dikatakan Ketua Pemerhati Sosial. Dr. Delsendir asal Sumatera saat mengunjungi  kuburan  Dato Karama Di kelurahan lere belum lama ini.

Menurutnya Program Pemerintah pemprov saat ini tengah melaksanakan strategies program pamungkas yang ditetapkan untuk dituntaskan secara total, Mata rantai dan Sistim struktural Perangkat

“Kepemimpinan disetiap Instansi dinas maupun badan serta kantor mulai dari Pemerintah Provinsi hingga ke pemerintah yang berada disetiap kabupaten se Sulteng saat ini belum ada perubahan. Ketika menjadi dialog publis  tren dibicarakan bahkan jadi pertanyaan khususnya kalangan para pejabat yang ingin mendapatkan jabatan kepemimpinan baru, itu logis dan lumrah. Karena setiap pemimpin yang ingin memastikan pimpinan perangkat struktural mempunyai ciri khas sendiri,”Beber Dr. Delsendir.

Melihat kemampuan dan elektabilitas kinerja. Tidak serta merta melantik namun perlu startegis hal itulah yang saat ini berlangsung dilingkup penprov bahkan ngaruhnya sampai ke pemerintah kabupaten. (DRM)

Latest news

Related news

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini