TOBAGOES.COM, Sulawesi Tengah – Indeks Indonesia memgarah pada pelaksanaan program pemerintah yang saat ini sedang berjalan dipantau langsung oleh Gubernur maupun Wakil gubernur Sulteng memantau setiap Item program kerja.
Senandung pelaksanaan program tersebut
Benarkah hingga saat ini dimasa pasukan Berani di Lingkup jajaran pejabat Pemprov Sulteng maupun Pemkab para pejabat masih berada di posisi diam, tak berani melakukan gerak tambahan hingga membuat sikap nyelene sampai lupa dimana yang tepat untuk melayangkan pertanyaan bertanya terkait pelantikan ironinya bukan pada sasaran yang tepat yang ditanyakan, disinyalir imbas dari rasa penasaran yang bercampur bimbang. Sangat Mengesankan.
Menanggapi berbagai laku dan Kesan serta tanggapan baik dari masyarakat maupun sejumlah Pejabat menginginkan Pelaksanaan pelantikan.
Sebut saja, salah seorang pejabat Teras dilingkup Pemprov yang namanya enggan di beritakan, kepada Media Ini mengatakan, “Digelar Pangliman nya Talisa) Membenarkan bahwa menurutnya memang hingga saat ini Pemerintah Provinsi belum melakukan pelantikan, tentu keputusan yang tepat waktu dilaksanakan pelantikan tidak perlu dirisaukan. kita menunggu saja perintah dan keputusan dari pemimpin yakni Bapak gubernur,” Bebernya.
Disinggung soal pengakuan Gubernur mengatakan bahwa dirinya pembantu Bupati. Sumber juga membenarkan.
“Ya, memang benar Bapak Gubernur mengatakan demikian karena bupatiah yang mempunyai wilayah dan masyarakat atau warga, sedangkan gubernur merupakan Pemimpin dari seluruh Bupati jadi bila dikata pembatu alasanya tepat karena Gubernur lah yang menguncurkan dan menidak lanjuti setiap permintaan atau usulan Para Bupati,”Pungkasnya.
Kemudian Merujuk pada Tanggapan Belum ada yang cocok, sudah barang pasti setiap pemimpin mempunyai strategi guna menetapkan setiap Pimpinan yang tepat, menentukan matai rantai sistim tentu harus berazas pada regulasi yang melahirkan penilaian kecocokan hingga menjadi mata rantai sistim perangkat
“Pemerintahan yang mampu melaksanakan fungsi tugas sekaligus menjalankan sisitimatis kepemerihtahan sehingga tak muda goya,”Sentilnya.
Terpisah, Tokoh pemuka Agama HB Saleh Al Menambahkan wujud sikap Gubernur Sulteng, Ungkap H saleh, bila anwar hafid dikatakan oleh masyarakat maupun kaum elit politik.
“Seorang Pemimpin Pemaaf karena ia anak pesantren, Anwar bisa dakwa Habnul khaerat Perna menjadi Ketua PB Al khaerat Morowali bersifat religi, pendiri Morowali bertasbih, bukan tidak mungkin kedepan dapat berkelanjutan menjadi Sulteng mengaji, karena Anwar bersifat mendahulukan rasa kasian iba walaupun itu lawan tak ada dendam terhadap yang meremehkan tepat dikatakan pemimpin Demokrasi adil dan makmur menuju Indonesia emas,” Imbuhnya. (DRM)



