spot_img
spot_img

Presiden BEM UIGU, Sahril Kolly: Refleksi Hari Guru Nasional, Tantang Komisi III DPRD Gorut Tuntaskan Masalah Pendidikan

TOBAGOES.COM, Gorontalo Utara – Memperingati Hari Guru Nasional, Presiden BEM UIGU, Sahril Kolly, menyampaikan refleksi kritis terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Gorontalo Utara sekaligus menantang Komisi III DPRD Gorut untuk menunjukkan langkah konkret dalam menuntaskan berbagai persoalan pendidikan yang hingga kini masih stagnan.

Menurut Sahril, momentum Hari Guru Nasional seharusnya menjadi ruang evaluasi besar-besaran terhadap kualitas pendidikan, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa sektor pendidikan di Gorontalo Utara justru seperti mengalami kemunduran.

“Untuk sekian kalinya kita kembali merefleksikan Hari Guru Nasional di tengah banyaknya permasalahan di sektor pendidikan. Komisi III DPRD Gorut seakan tak mampu melahirkan gebrakan baru yang benar-benar berfokus pada kemajuan pendidikan di Gorontalo Utara. Dari banyaknya persoalan, komisi ini seolah mengalami kebuntuan dalam berpikir,” tegas Sahril.

Ia menilai bahwa permasalahan pendidikan tidak hanya terkait sarana dan mutu, tetapi juga menyangkut akses. Banyak pemuda asal Gorontalo Utara yang memiliki motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan, namun terhalang oleh kondisi ekonomi keluarga yang lemah. Bahkan, tidak sedikit yang tidak pernah mengecap bangku pendidikan sejak usia dini.

Sahril juga mengingatkan bahwa dirinya bersama Aliansi Mahardika telah beberapa kali menyampaikan solusi konkret, termasuk mendorong skema beasiswa CSR untuk membantu pemuda berprestasi namun kurang mampu. Usulan tersebut disampaikan dalam berbagai aksi demonstrasi dan forum diskusi, tetapi hingga kini belum ditindaklanjuti serius oleh para legislator.

“Saat aksi demonstrasi, kami sudah memberikan solusi berupa beasiswa CSR yang insya Allah dapat menjadi jalan keluar bagi teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikan. Tapi sampai hari ini, saran kami seakan tak terdengar di telinga para wakil rakyat, khususnya Ketua Komisi III yang kerap mengklaim dirinya sebagai representasi anak muda,” ujar Sahril.

Ia menegaskan bahwa pemuda Gorontalo Utara memiliki potensi besar, bakat yang kuat, dan keinginan untuk berkembang. Karena itu, perhatian serius dari wakil rakyat bukan lagi sebuah pilihan, tetapi kewajiban.

“Pemuda di Gorontalo Utara harus lebih diperhatikan. Banyak dari mereka memiliki bakat yang luar biasa. Pemerintah dan DPRD, terutama Komisi III, jangan hanya hadir saat kontestasi politik, tapi harus nyata dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi generasi muda,” tutupnya.

Melalui refleksi ini, Sahril Kolly berharap Hari Guru Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan di Gorontalo Utara harus dibangun dengan kebijakan yang progresif, keberpihakan pada rakyat kecil, dan keberanian para legislator untuk bergerak lebih konkret. (Red)

Latest news

Related news

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini